Mendaki yang Tak Lagi Jalan Sunyi

Para pendaki datang bertemu sunyi. Sunyi yang bercerita, sunyi yang bersahaja. Menjauh dari riuh. Mencari pangkal kabut, angin, dan aroma lumut. Memungut pesan Tuhan yang luput. Bertahun silam. Pada ilalang patah yang berkasih dengan sol sepatu. Saya tidak tahu bahwa itu demikian dahulu. Saya pertama kali mendaki gunung yaitu Gunung Merbabu pada tahun 1995, saat itu kelas 2 SMA. Alasan mendaki, pertama diajak teman saya, … Continue reading Mendaki yang Tak Lagi Jalan Sunyi

Membaca Semesta di Gubuk Baca

Membaca tak hanya huruf yang tercetak di lembar-lembar kertas. Kita bisa “membaca” tari, lukisan, ukiran, bahkan membaca kampung. Di sanalah “taman bacaan” yang sesugguhnya. Bermula konsep membaca seperti inilah Kampung Berseri Astra (KBA) singgah di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur tahun 2018. November bermula di Dusun Busu, Desa Samplarejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, sekitar 20 menit dari Desa Sukolilo, lokasi KBA yang … Continue reading Membaca Semesta di Gubuk Baca

Sebab Perjalanan adalah Mencari Jarak Jarak Terdekat dengan Diri Sendiri (:Faisal Oddang dan Cok Sawitri di Borobudur Writers and Cultural Festival 2018)

Kita bepergian, tidak untuk menjauh. Tidak pula untuk memupuk langkah hingga menimbun diri dalam jarak. Lantas kita membusungkan dada pada tumpukan langkah itu, menasbihkan diri sebagai pengembara. Betulkah? Ketika pengembaraan adalah langkah sunyi. Yang terderngar hanyalah percakapan dengan diri sendiri. Kita pergi mencari diri sendiri. Banyak slogan serupa seolah menjadi ikrar para pengelana. Waktu SMA ketika pertama kali naik Merbabu tahun 1995, ada sebaris kalimat … Continue reading Sebab Perjalanan adalah Mencari Jarak Jarak Terdekat dengan Diri Sendiri (:Faisal Oddang dan Cok Sawitri di Borobudur Writers and Cultural Festival 2018)

Bohemian Rhapsody, Sebuah Narasi Sunyi untuk Freddie

Dear Freddie, Hari ini adalah hari terakhir “Bohemian Rhapsody” diputar di kota di mana aku tinggal. Kota yang tak akan terpikir olehmu, apalagi di peta perjalanan tour-mu. Tapi itulah kenyataan, nada dan syairmu melebihi jangkauan geografismu, bahkan jangkauan usiamu. Engkau masih hidup kini, bernapas dalam lagu-lagu yang kukenali. “Tontonlah ini. Nonton saja. Setelah itu, kamu tonton di youtube. Freddie Mercury: His Tragic AIDS Story,” kata … Continue reading Bohemian Rhapsody, Sebuah Narasi Sunyi untuk Freddie

Sebuah Dapur di Ranu Pani

Aroma kayu yang mengabu, suara percikan api, dan kopi hangat dalam dingin. Lutut kita yang yang saling mendekat untuk obrolan sederhana tentang sebuah perjalanan dan hal yang tak menimbulkan pertikaian, kita akan selalu merindukannya. Dapur itu, dengan jelaga yang menghitam akan mengisahkan. Saya sedang ingin menyelesaikan buku Tempat Terbaik di Dunia (2018), hasil penelitian dari antropologi Ronne Van Voorst. Buku itu memberi ide untuk menuliskan … Continue reading Sebuah Dapur di Ranu Pani

Ziarah Negeri Merah

Untuk mereka yang kesepian dan terasing, di rumahnya sendiri. Bagaimana jika keterasingan dan kesendirian adalah kemegahan sebab kita tak harus takluk pada apapun, bahkan pada cinta. Kautahu, Sayangku, penaklukkan pertama bermula dari kata: aku mencintaimu. Dalam diam, saya memandang berdebar pada argo taksi. Angka itu sudah di atas 100 Yuan, saya menunggu jika mendekati angka 150, maka saya putuskan untuk balik. Ini perjalanan nekat. Uang … Continue reading Ziarah Negeri Merah

Saudara dari Sinegal dan Stigma Itu

Namanya “Sinegal”, sebut saja begitu. Sebab ketika saya bertanya namanya, entah mungkin karena logat bahasa saya yang tak dimengerti olehnya, atau memang saya sudah tak punya tenaga sehingga suara saya tak sampai pada desibel yang bisa didengarnya, dia hanya menyebut saya dari Sinegal. Setiap kali bertanya, siapa namamu, dia selalu menjawab dengan Bahasa Indonesia: Kamu cantik sekali. Kalian semua cantik sekali.     Kami bertemu … Continue reading Saudara dari Sinegal dan Stigma Itu

Membicang Isu yang “Tak Seksi”: Jurnalisme Lingkungan

Isu ini tidak “seksi”, tetapi kenapa harus dibicangkan juga? Sebab kita hidup di satu bumi, belum ada Elysium untuk menjadi bumi ke-dua ketika bumi yang kita huni jadi rusak, atau halaman rumah kita tergenang air sebab es di kutub mencair. Berhubungan kah? SK Coffee Lab, Kediri, kembali mengadakan diskusi santai meski yang diobrolkan “berat”, kali ini tentang Jurnalisme Lingkungan. Sebagai pembawa materi Moch. Syifa, jurnalis … Continue reading Membicang Isu yang “Tak Seksi”: Jurnalisme Lingkungan

Rusdi Mathari

Tak ada yang mati hari ini, Ini bukan obituari Tetapi hanyalah sebuah catatan perjalanan Ketika engkau tiba lebih dulu di tempat tujuan Meletakkan rasa sakit yang kausandang di tas punggungmu Dan kegelisahan itu Seperti kawan karib penjaga pusara Tak ada yang mati hari ini, Sebab hadirmu masih akan terus kami baca Sebagai jejak pesona Tentang seseorang yang mencintai apa yang diyakini Keindahan apa yang melebihi … Continue reading Rusdi Mathari

Berdialog dengan Kenangan dalam buku “Perempuan Berkepang Kenangan”

Sastra (dalam hal ini cerpen) tak harus dibebani sebagai muatan. Biarlah ia mempertahankan eksistensinya sebagai ruang antara, antara fakta dan fiksi. Mungkin seperti itu juga kenangan bekerja, entah terbuat dari apa. “Terbuat dari apakah kenangan?” demikian pertanyaan Seno Gumira Ajidarma dalam sebuah cerita. Kenangan bisa jadi entitas yang utuh dan sangat personal. Bisa membentuk seseorang sekaligus bisa menghancurkan seseorang di masa kekiniannya. Bagi seorang penulis … Continue reading Berdialog dengan Kenangan dalam buku “Perempuan Berkepang Kenangan”